Tuesday, May 12, 2020 0 comments

Berlari atau Mundur Sejenak, Kemudian Melesat Jauh


Dalam sebuah cabang atletik, taruhlah lompat jauh, seorang atlet biasanya melakukan ancang-ancang atau awalan dengan berlari terlebih dahulu sejauh 30 meter sebelum garis lompat. Kemudian sang atlet meningkatkan kecepatan larinya semaksimal mungkin sebelum akhirnya melakukan tolakan (meloncat) yang jauh dengan satu kaki sedekat mungkin dengan garis tolak. Ancang-ancang ini dilakukan untuk mendapatkan kecepatan dan kekuatan ketika atlet melompat sehingga mendapat jarak lompatan yang jauh.

Lain halnya dengan seorang anak yang bermain mobil-mobilan pull back, yang mana agar mobil tersebut dapat melaju kencang si anak harus memundurkan mobil tersebut ke belakang beberapa sentimeter kemudian dilepaskan sehingga gaya pegas yang kuat membuat mobil tersebut melaju kencang.

Kesamaan dari dua kegiatan tersebut adalah adanya ancang-ancang. Yang pertama berlari sebelum melompat, yang kedua mundur dulu ke belakang agar memiliki kekuatan bertolak untuk melaju ke depan.

Dalam kehidupan terkadang kita tak bisa berjalan santai. Kita perlu berlari, dalam arti bersegera melakukan berbagai proyek kebaikan, baik dalam hal pekerjaan maupun dalam beramal. Ide-ide brilian untuk pengembangan bisnis segera dieksekusi tanpa ada penundaan. Pun bersegera dalam melakukan amal kebaikan di mana kesempatan itu belum tentu datang untuk kedua kalinya. Terlebih di saat bulan Ramadhan ini Allah sediakan berbagai proyek amalan yang dilipatgandakan pahalanya. Sebab kita tidak tahu apakah masih ada kesempatan untuk beramal di Ramadhan berikutnya. Dengan menyegerakan proyek kebaikan yang bersifat duniawi dan ukhrowi ini kita dapat melakukan lompatan yang jauh sehingga menjadi pemenang dalam dunia usaha dan pemenang sebagai manusia yang mencapai derajat taqwa.

Terkadang pula dalam melangkahkan kaki dalam track kehidupan ini kita salah melangkah sehingga harus berhenti sejenak bahkan mundur beberapa langkah untuk mencermati hal-hal yang sudah kita lakukan. Jika kesalahan itu sudah kita temukan maka segera perbaiki. Jika kesalahan itu bersifat personal, segera jalinlah permaafan dan kesepahaman agar komunikasi interpersonal dalam ruang bisnis dan sosial kemasyarakatan semakin membaik sehingga terjalin sinergitas yang baik pula. Jika kesalahan itu bersifat vertikal, dosa antara makhluk dengan sang Khalik, segera lakukan pertaubatan, agar Allah turunkan rahmatnya, turunkan berbagai kemudahan sehingga kita pun dapat ringan melangkah dari titik kita melakukan kesalahan tadi untuk kemudian melesat jauh menggapai kejayaan usaha, kejayaan umat, serta meraih derajat taqwa….
Sunday, May 10, 2020 0 comments

Bukan Kerajaan Batu

Sebuah batu sekepal tangan
terjatuh cukup keras
Menimpa ibu jari kakiku
Sakit memang mencipta radang
namun tak cukup remukkan tulang

Tak tahu dari mana ia terlontar
Sebab tlah lama semesta pun tahu
Negeriku memang bukan kerajaan batu
Namun rumah-rumah hati penduduknya
tak lagi diatapi tenggang rasa
Tak lagi ditiangi rasa bersaudara

Sejak kepingan emas tlah menjadi
alat tukar murah bagi mahalnya idealisme
Sejak iman disimpan rapi di laci meja kerja
Bersama dengan amplop coklat
Nan Semerbak lembaran merona

Hingga air pun yang dulu menggenangi
Tlah kering di hulunya
Tak ada lagi cinta yang menganaksungai
Hanya keangkuhan yang tak pernah melandai

Namun aku dan sedikit kawanku yang masih waras
Tak boleh diam diri, tak boleh meratapi
Sebab habis gelap hadirlah fajar pagi
Cukup saja dengan tak jemu tak henti
Mengetuk setiap rumah hati
Ajak penghuninya kembali mengenal Ilahi
Lalu biarkan Sang Pembalik hati
Memilih dengan adil
Kepada siapa hidayah dihadiahi…

@fathialharits
 
;